KETIKA KEHENDAK TIDAK LAGI BEBAS Undue Influence, Cacat Kehendak, dan Kebebasan Berkontrak Perspektif Hukum dan Psikologi

KETIKA KEHENDAK TIDAK LAGI BEBAS Undue Influence, Cacat Kehendak, dan Kebebasan Berkontrak Perspektif Hukum dan Psikologi

Rp80.000

Penulis : Assoc. Prof. Dr. Yeni Triana, S.H., M.H.
Dr. Yudi Hardiyanto, S.H., S.Psi., M.H., M.Psi., Psikolog.


Halaman : x, 276
Penerbit : PT. Sanskara Karya Internasional
ISBN : On Process
Ukuran : A5 Unesco: 15,5 x 23 cm

Description

Sebuah tanda tangan tidak selalu berarti sebuah keputusan lahir dari kehendak yang benar-benar bebas. Di balik persetujuan dalam sebuah kontrak dapat terdapat tekanan, ketergantungan, ketakutan, kebutuhan yang mendesak, ketimpangan posisi tawar, relasi kuasa, bahkan pengaruh psikologis yang secara perlahan mempersempit ruang seseorang untuk mengatakan “tidak”. Di sinilah persoalan undue influence dan cacat kehendak menjadi penting untuk dikaji.

Buku Ketika Kehendak Tidak Lagi Bebas mempertemukan perspektif hukum dan psikologi untuk menjawab pertanyaan mendasar: kapan pengaruh masih merupakan bagian yang wajar dari negosiasi dan kapan ia berubah menjadi penyalahgunaan? Buku ini membahas kehendak, persetujuan, kebebasan berkontrak, cacat kehendak, kekhilafan, paksaan, penipuan, undue influence, misbruik van omstandigheden, hingga psikologi pengambilan keputusan. Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana kondisi emosional, kebutuhan, ketakutan, ketergantungan, bias kognitif, dan relasi kuasa dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam hubungan kontraktual.

Tidak berhenti pada aspek konseptual, buku ini membahas cara membedakan pengaruh yang wajar dan yang tidak patut, persoalan pembuktian kehendak yang tidak bebas, berbagai relasi kontraktual, akibat hukum terhadap kontrak, hingga upaya membangun kontrak yang benar-benar bebas dan berkeadilan. Sejumlah contoh kasus mengenai tekanan ekonomi, hubungan keluarga, lansia, ketimpangan posisi tawar dalam bisnis, kontrak baku konsumen, manipulasi negosiasi, dan transaksi digital membuat pembahasan lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi dalam praktik.

Ketika Kehendak Tidak Lagi Bebas mengajak pembaca melihat kontrak bukan hanya sebagai dokumen dan tanda tangan, tetapi sebagai hasil dari proses pengambilan keputusan manusia. Buku ini relevan bagi akademisi, praktisi hukum, advokat, notaris, hakim, pelaku usaha, mahasiswa hukum dan psikologi, maupun siapa saja yang ingin memahami hubungan antara kebebasan, kekuasaan, kondisi psikologis, dan keadilan dalam kontrak. Sebab, melindungi kontrak berarti melindungi janji, tetapi melindungi kehendak berarti melindungi manusia yang membuat janji tersebut.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “KETIKA KEHENDAK TIDAK LAGI BEBAS Undue Influence, Cacat Kehendak, dan Kebebasan Berkontrak Perspektif Hukum dan Psikologi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *