Description
Benarkah iman hanya urusan personal di ruang-ruang sunyi ibadah, terpisah dari hiruk pikuk persoalan bangsa? Ataukah ia justru merupakan energi penggerak terbesar bagi transformasi sosial dan kemanusiaan? Buku ini menantang pandangan umum dengan menegaskan bahwa keimanan yang otentik justru memanifestasikan dirinya dalam kepedulian dan aksi nyata untuk kemanusiaan. Di sini, tauhid bukan lagi sekadar kredo teologis, melainkan sebuah paradigma untuk membaca dan merespons realitas—mulai dari krisis iklim, ketidakadilan ekonomi, hingga polarisasi sosial di era digital.
Melalui pendekatan unik ‘Konsep → Contoh → Implikasi’, setiap gagasan abstrak dalam Islam seperti amanah, syukur, dan rahmatan lil ‘alamin dibumikan ke dalam studi kasus konkret dari konteks Indonesia. Anda akan diajak menelaah bagaimana konsep khilafah (kepemimpinan) relevan dalam gerakan antikorupsi, bagaimana spirit ibadah haji menginspirasi solidaritas kemanusiaan lintas batas, dan bagaimana etika Islam dapat memandu pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang berkeadaban. Buku ini secara sistematis menjembatani wacana teologis dengan tantangan zaman, membuktikan bahwa iman adalah kompas moral yang paling relevan untuk menavigasi dunia modern.
Ditulis secara lugas dan akademis untuk mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, buku ajar ini bukan sekadar panduan teoretis, melainkan sebuah peta jalan intelektual dan spiritual. Pembaca tidak hanya akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang agamanya, tetapi juga diperlengkapi dengan kerangka kerja untuk menjadi agen perubahan yang solutif, profesional, dan berintegritas, yang mampu menerjemahkan keyakinan menjadi karya nyata bagi kemaslahatan sesama dan alam semesta.





Reviews
There are no reviews yet.